Workshop I Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) di Tingkat Gapoktan dan Penerapan Good Manufacturing Practices di Rumah Kemas.

Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara (Bidang PPHP) menyelenggarakan Workshop I Penerapan Good Agriculture Practices (GAP) di Tingkat Gapoktan dan Penerapan Good Manufacturing Practices di Rumah Kemas.
Di Hotel Gran Central Manado, 4 – 6 April 2013

Kegiatan Workshop I Penerapan Good Agriculture Practices di tingkat Gapoktan dan Penerapan Good Manufacturing Practices di Rumah Kemas di Tingkat Pedagang Pengumpul dan Eksportir dititikberatkan untuk produk komoditi biji pala, dimana produk ekspor untuk komoditi tersebut saat ini mendapat komplain/penolakan dan sorotan yang tajam dari beberapa Negara pengimpor pala termasuk Negara-negara uni eropa terkait kandungan aflatoxin yang terkandung dalamnya.

Kegiatan ini di ikuti oleh beberapa peserta yang dibagi dalam dua kelas, yang terdiri dari :
A. Workshop I Penerapan GAP di tingkat kelompok tani / Gapoktan

Di ikuti oleh 10 Kelompok tani dari kabupaten Sitaro, dan 10 kelompok tani/gapoktan dari Kabupaten Minahasa Utara.

pada kelas ini para peserta yang terdiri dari kelompok tani/gapoktan diberikan pembekalan dan pembelajaran terkait hal-hal sebagai berikut :

- Pengertian GAP dan ruang lingkup yang terkait didalamnya dalam rangka peningkatan mutu produk/komooditi biji pala.
- Pentingnya peranan petani/kelompok tani/gapoktan dalam Menerapkan Good Hygenie Practice (GHP)/GAP dalam perkebunan pala untuk menghasilkan produk/komoditi biji pala yang memenuhi standar minimum internasional bermutu dan berdaya saing tinggi.
- Apa dan bagaimana Penerapan QMS (QualityManagement System) oleh petani/ Kelompok tani/ Gapoktan dalam usaha perkebunan pala yang mereka kerjakan.

B. Workshop I Penerapan GMP di Rumah Kemas ( Tingkat Pedagang pengumpul dan Eksportir).
Diikuti oleh 3 orang Pedagang pengumpul dari Kabupaten Sitaro, 3 orang pedagang pengumpul dari kabupaten Minahasa Utara, 2 orang petugas Pembina mutu dari kabupaten Sitaro, 2 Orang Petugas Pembina mutu kabupaten Minahasa Utara, 7 orang petugas Pembina mutu Provinsi Sulawesi Utara dan 3 orang dari pihak eksportir, yaitu PT. Gunung Intan, PT. Pulau Siau, dan CV. Indo Spice.

Pada kelas ini diberikan pembekalan dan pembelajaran menyangkut hal-hal sebagai berikut :
- Pengertian GHP/GMP dan ruang lingkup yang terkait di dalamnya.
- Pengertian Hazard Analysis Critical Control Point System (HACCP) dan penerapannya.
- Sanitation Standard Operating Procedures dan penerapannya.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para petani/poktan/gapoktan, pedagang pengumpul dan eksportir untuk dapat menerapkan system jaminan mutu sehingga komoditi biji pala yang dihasilkan bermutu baik sesuai dengan standar yang diinginkan serta terbebas dari aflatoxin.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Comments are closed.